Search This Blog

Loading...

ONLINE STORE / OFFLINE STORE

Wednesday, September 16, 2009

Solat Jumaat di Capitol Hill

Solat Jumaat di Capitol Hill

Washington - Amerika Serikat di bawah Presiden Barack Obama kembali ingin menekankan sikap bersahabatnya dengan dunia Islam. Bahkan untuk pertama kalinya, halaman Capitol Hill, tempat Obama dilantik sebagai Presiden AS akan digunakan untuk solat Jumaat. Akankah ini mengubah sejarah Amerika?

Insiden peledakan menara kembar World Trade Center (WTC) pada 11 September 2001 memang telah membuat Muslim AS sering di diskriminasi. Bahkan, mereka sering menerima kutukan atas identiti mereka sebagai Muslim di era pemerintahan George W Bush. Namun, situasi itu tampaknya mulai mengalami perubahan. Obama seperti memberi harapan bagi warga Muslim AS untuk kembali menunjukkan harga dirinya. Bahkan, Presiden AS ke-44 itu seolah memberi laluan. Contohnya, 2 September lalu dia telah mengadakan acara berbuka puasa bersama para duta besar negara berpenduduk Muslim di Gedung Putih, Washington, DC.

Dalam acara yang juga dihadiri sejumlah pejabat tinggi AS, seperti Menteri Pertahanan Robert Gates dan Jaksa Agung Eric Holder itu, Obama menyampaikan pidato singkat. Intinya menyampaian penghargaan kepada umat Muslim di AS yang menurutnya banyak menyumbang kepada kemasyarakatan. Obama juga mengingatkan bahawa berbagai agama pada intinya sama-sama membawa kebenaran. Dia menggambarkannya seperti sungai atau danau, yang kesemuanya sama-sama merupakan tempat yang terdiri dari air.

Kata-kata itu tentu saja menimbulkan rasa sejuk warga Muslim setempat. Namun, itu belum seberapa. Setelah Ramadhan, tampaknya warga Muslim akan mendapati sebuah peristiwa penting. Untuk pertama kalinya, Capitol Hill, yang selama ini dikenal sebagai gedung parlimen AS akan dipakai sebagai tempat ibadat kaum Muslim.


Sekitar 50 ribu warga Muslim dikatakan akan hadir di acara solat Jumaat yang akan diadakan pada 25 September 2009 setelah AIdil Fitri 1430 Hijriyah.

Ketua jemaah Darul Islam, Hassen Abdellah, berjanji bahawa kegiatan itu tidak akan melibatkan ceramah yang bersifat politik. Izin telah diperoleh dari pihak polis Capitol Hill sejak 28 Julai lalu. Jemaah akan diberi akses ke area barat gedung mulai pukul 04.00-19.00. Walaupun solat sendiri akan dimulai pukul 13.00. "Kami juga warga Amerika. Kami perlu mengubah wajah Islam yang selama ini diidentikkan sebagai orang yang menganggap Amerika sebagai setan. Sebab, kami mencintai Amerika," kata Abdellah.

solat berjamaah itu akan dilakukan di lokasi tempat semua presiden AS dilantik sejak 1981. Abdellah mengatakan, non-Muslim juga dibolehkan untuk hadir di upacara itu. Jemaah telah bekerja sejak Julai untuk menguruskan acara ini, baik melalui email, telepon, ataupun kunjungan ke setiap masjid dan asosiasi pelajar Muslim.

Untuk mempromosikan acara ini pun, penyelenggara telah membuat sebuah web bernama islamoncapitolhill.com. Web ini memiliki logo dua tangan berjabat tangan dengan latar belakang kata-kata dari pembukaan konstitusi dan satu halaman teks berbahasa Arab.

Web itu antara lain berisi informasi akan digelarnya upacara itu serta kendaraan yang dapat digunakan menuju lokasi. Juga mengajak mencari sponsor dan bergabung dengan mereka untuk kemudahan yang akan diadakan selama upacara itu berlangsung. Darul Islam mengatakan jumlah perbelanjaan yang akan dikeluarkan mencapai lebih dari US$ 200 ribu.

Di antara mereka yang terlibat adalah komuniti Islam Jersey Tengah, di Brunswick Selatan, yang menyumbangkan dana sebesar US$ 10 ribu. Mereka akan mengirimkan jemaahnya dalam sebuah bas.Namun, jemaah belum memutuskan siapa yang akan menjadi imam dan khatib di acara tersebut. Kemungkinan bukan berasal dari figur besar dalam dunia Muslim AS.

"Acara ini tidak menampilkan ketokohan. Sehingga, kami tidak ingin ada tokoh yang terlibat. Tokoh utama dalam acara ini adalah Nabi Muhammad SAW," kata Abdellah.
Apakah acara ini akan menandakan babak baru hubungan Barat dengan dunia Islam? Setidaknya, bagi Obama yang sejak dilantik kerap menekankan keharmonian dengan dunia Islam, tentu akan mengubah pandangan AS di mata dunia Islam.

Obama memang ingin lepas dari bayang-bayang pendahulunya, terutama George W Bush, yang kerap dikatakan tidak ramah kepada Islam. Pakar keamanan National Defense University, Douglas Streusand, sepakat bahawa mengaitkan terorisme dengan Islam hanya akan mengasingkan Muslim, namun tidak menyelesaikan masalah terorisme.

Melalui sikap Obama yang ramah terhadap Muslim, maka diharapkan dapat mendorong terciptanya fasa baru kerja sama AS-Muslim. "Untuk itu, Obama harus seperti Uni Eropa yang melarang ungkapan yang menghubungkan Islam dengan terorisme. Juga ungkapan tak sensitif, seperti Islamofasime, jihadis, dan Islamis, yang dibuat oleh rezim sebelumnya,"




No comments:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tahukah anda

Tiada siapa yang mampu mencuri ilmu yang kita perolehi dengan membaca. Jadikan diri kita sebahagian daripada masyarakat yang berilmu.