Search This Blog

Loading...

ONLINE STORE / OFFLINE STORE

Monday, November 2, 2009

3 soalan 1 jawapan

Pemuda: Anda siapa Dan apakah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?

Kiyai: Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan anda.

Pemuda: Anda yakin? Sedangkan Profesor dan ramai orang yang pintar tidak mampu menjawab pertanyaan saya.

Kiyai: Saya akan mencuba sejauh kemampuan saya.

Pemuda: Saya ada 3 pertanyaan:-

1.Kalau memang Tuhan itu ada,tunjukan wujud tuhan
kepada saya
2.Apakah yang dinamakan takdir
3.Kalau syaitan diciptakan dari api kenapa dimasukan
ke neraka yang dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat syaitan.
Sebab merekamemiliki unsur yang sama. Apakah Tuhan tidak pernah
berfikir sejauhitu?

Tiba-tiba Kiyai tersebut menampar pipi pemuda tadi
dengan keras.

Pemuda (sambil menahan sakit) :Kenapa anda marah kepada saya?

Kiyai: Saya tidak marah...Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 pertanyaan yang anda ajukan kepada saya.
Pemuda: Saya sungguh-sungguh tidak mengerti.

Kiyai: Bagaimana rasanya tamparan saya?

Pemuda: Tentu saja saya merasakan sakit.

Kiyai: Jadi anda percaya bahawa sakit itu ada?

Pemuda: Ya!

Kiyai: Tunjukan pada saya wujud sakit itu!

Pemuda: Saya tidak boleh.

Kiyai: Itulah jawaban pertanyaan pertama...kita semua merasakan kewujudan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya.

Kiyai: Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?

Pemuda: Tidak.

Kiyai: Apakah pernah terfikir oleh anda akan menerima tamparan dari saya hari ini?

Pemuda: Tidak. Kiyai : Itulah yang dinamakan takdir.
Kiyai: Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda?

Pemuda: Kulit.

Kiyai: Terbuat dari apa pipi anda?
Pemuda: Kulit.

Kiyai: Bagaimana rasanya tamparan saya?

Pemuda: Sakit.

Kiyai: Walaupun syaitan dijadikan dari api dan neraka juga terbuat dari api, jika Tuhan menghendaki maka neraka akan menjadi tempat yang menyakitkan untuk syaitan.





No comments:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tahukah anda

Tiada siapa yang mampu mencuri ilmu yang kita perolehi dengan membaca. Jadikan diri kita sebahagian daripada masyarakat yang berilmu.